Jumat, 10 Agustus 2012

HUT RI | dan | PENCAK SILAT

Semangat proklamasi kemerdekaan HUT RI | dalam | spirit | PENCAK SILAT

Bebeapa hari lagi bangsa kita akan merayakan ulang tahun kemerdekaan RI, dalam moment tahunan ini diharapkan semangat nasionalisme bangkit kembali di tengah marak nya gonjang-ganjing kehidupan berbangsa dalam beberapa tahun ini. Merebak nya konflik horisontal, bencana alam, dan kerusakan moral berupa KORUPSI yang merajalela semoga dapat berkurang.

Spirit pencak silat apabila diiimplementasikan tentu berperan sangat besar dalam mengeliminir berbagai persoalan berbangsa, karena di dalamnya terkandung tata pedoman perilaku bagi praktisi nya.
Sayang sekali para pemimpin bangsa tidak menganggap pencak silat sebagai hal yang penting, bahkan memandang sebelah mata salah satu bagian dari warisan budaya para pendahulu ini.

Masyarakat pun kurang merasa memiliki, masih memandang rendah pencak silat ini dengan beberapa asumsi negatif nya. Tentang asumsi negatif itu silakan baca KESAN NEGATIF DALAM PENCAK SILAT dan CAPITA SELECTA PENCAK SILAT

Padahal dalam pencak silat, apabila ditekuni dan dipelajari dengan benar, terkandung nilai-nilai sosial, filosofis, spiritual, ksatria.

Dalam pencak silat, seseorang yang menekuninya akan memiliki pedoman perilaku yang baik dalam bermasyarakat, seperti :


  1. Kesatria, berani membela yang benar
  2. Setia kawan, berjiwa sosial
  3. Tidak berperilaku pengecut dan licik
  4. Taat pada aturan dan guru
  5. Salah satu hal yang membuat pencak silat bernilai tinggi adalah filosofi yang terkandung di dalamnya, yang membuat pencak silat tidak hanya alat untuk berkelahi dan membela diri, tetapi jauh dari itu pencak silat dapat membuat manusia menjadi insan yang berjiwa satria, berkepribadian luhur, bermartabat dan menghargai nilai-nilai kemanusian. “Silat untuk silaturahim” adalah slogan yang bernilai filsosofis. Silat menjadikan kita manusia yang dapat menjaga nilai-nila sosial, menjalin tali silaturahim, bertanggung jawab terhadap hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terlalu klise dan hiperbolis kelihatannya. Tetapi apa bila kita mengahayati dan mengamalkannya, hal itu bukan lah suatu slogan kosong semata.
    “Lahir silat mencari teman, batin silat mencari Tuhan”. Ini adalah petuah yang sangat terkenal di kalangan masyarakat khusus nya masyarakat pencak silat Minang.
    Di kalangan masyarakat sunda, khusus nya maenpo cianjur/cikalong sangat terkenal petuah dari maestro maenpo cikalong yaitu Gan Obing Ibrahim bahwa “seseorang belum dapat dikatakan mahir maenpo apa bila masih mengalahkan lawannya dengan menyakiti”.
    Demikianlah, tulisan singkat ini diharapkan dapat menggugah masayrakat dan pemerintah untuk turut merasa memiliki dan mencintai pencak silat sehingga setelah peringatan hari kemerdekaan tahun ini, bangsa kita bisa mengatasi berbagai persoalan dan konflik baik vertikal mauoun horisontal.
    Spirit | pencak silat | dalam | berbangsa dan bernegara
    WASSALAM